Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Perkembangan Kurikulum Taman Kanak-Kanak di Indonesia dari Masa Ke Masa (1)

Oleh: Herlina Yuke Indrati

Bab 1 Pendahuluan

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara yang berkembang, dimana memiliki sasaran yang berperan dalam melaksanakan pembangunan disegala sektor, baik di sektor industri, perdagangan maupun di sektor pendidikan. Dalam menunjang keberhasilan pembangunan di setiap sektor, maka perlunya peranan pendidikan, yang menempatkan manusia sebagai kedudukan sentral dalam pembangunan. 

Pentingnya peranan pendidikan dalam pembangunan di setiap sektor, maka dapat dikatakan bahwa pendidikan berperan sebagai upaya pencerdasan, pendewasaan, kemandirian manusia yang dilakukan oleh perorangan, kelompok dan lembaga. Upaya ini dimulai sejak berabad-abad silam, pola pendidikan mengalami kemajuan yang pesat berkat kerja keras para pakar pendidikan terdahulu.

Memandang aspek pendidikan yang merupakan aspek utama yang menempatkan manusia sebagai kedudukan yang sentral dalam pembangunan di setiap sektor maka dapat dikatakan bahwa aspek pendidikan tidak dapat terpisahkan dengan kebutuhan manusia, oleh karena itu salah satu komponen pendidikan yang menjadi tonggak keberhasilan pendidikan adalah kurikulum. 

Pada dasarnya kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan. Pelaksanaan kurikulum di Taman Kanak-kanak secara berencana dan terstruktur untuk pencapaian tujuan pendidikan.

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di lndonesia mengalami perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai respon terhadap pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya. Perkembangan dan perubahan kehidupan tersebut mendorong perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum. 

Penyempurnaan kurikulum akan terus dilaksanakan untuk menyesuaikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kebutuhan peserta didik, dengan demikian sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia akan terlihat dari masa sebelum kemerdekaan sampai kepada masa yang akan datang.

Kurikulum Taman Kanak-kanak di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, dimulai dengan kurikulum Taman Kanak-kanak yaitu kurikulum tahun 1968, kurikulum 1976, kurikulum 1984 yang disebut juga kurikulum 1976 yang disempurnakan, kurikulum tahun 1994 yang disebut Program kegiatan Belajar 1994, kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) dan KTSP hingga sekarang. 

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia mempunyai konsep terpenting menuju ke pembaharuan, konsep itu adalah salah satu konsep terpenting untuk maju adalah “melakukan perubahan”, tentu yang kita harapkan adalah perubahan untuk menuju keperbaikan dan sebuah perubahan selalu di sertai dengan konsekuensi-konsekuensi yang sudah selayaknya di pertimbangkan agar tumbuh kebijakan yang bijaksana pada perkembangan Kurikulum Pendidikan.

Kurikulum di Indonesia selalu mengalami penyempurnaan seiring dengan kebutuhan dan kondisi masa ketika kurikulum tersebut berlaku. Ketika kurikulum mengalami penyempurnaan banyak dikalangan pelaku pengajaran dalam hal ini kepala dan guru merasa tertantang untuk dapat memahami dan sekaligus dapat menerapkan kurikulum tersebut sesuai tingkat pemahaman yang telah dilihat, didengar dan dibaca melalui berbagai literatur yang telah ada, meskipun disana sini masih banyak kekurangan akan tetapi semangat mereka untuk memajukan pendidikan khususnya mencerdaskan anak didiknya tidak akan pupus sampai akhir hayat.

B. Landasan

1. Yuridis

a) landasan penyelenggaraan Taman Kanak-kanak

2) landasan perkembangan Kurikulum landasan yang mempengaruhi perkembangan kurikulum meliputi:

‐ Undang-undang Pokok Pendidikan Pengajaran No. 18/1954 Bab V pasal 6 tentang adanya berbagai jenis pendidikan/pengajaran di Indonesia.

‐ Undang-undang No. 4 tahun 1950 tantang Pokok-pokok Pendidikan dan engajaran ‐ Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 1990 tetnang pendidikan Prasekolah ‐ Keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0461/U/1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan menengah

‐ Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 0486/U/1992 entag Taman Kanak-kanak ‐ Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 125/U/1994 tantang Program Kehiatann Belajar Taman Kanak-kanak

‐ Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 002/U/1995 tantang Perubahan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0125/U/1994 tentnag Program Kegiatan belajar Taman –kanak

‐ Surat Keputusan Dirjen Mandikdasmen No……tentang Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi di TK dan SD.

2. Filosofis

Sejarah berdirinya Taman Kanak-kanak atau yang disebut prasekolah telah dimulai pada tahun 1900.Tokoh seperti Froebel adalah yang paling berpengaruh. Tentunya sejarah Taman Kanak-kanak tidak dapat dipisahkan dari Belanda ketika menjajah bangsa Indonesia. Pada abad ke 19 bangsa Belanda, yang waktu itu masih menjajah di Indonesia dengan mulai mendirikan sekolah di lndonesia terutama untuk anak-anak mereka sendiri dan anak-anak lndonesia dari golongan tertentu saja yang dapat diizinkan untuk masuk sekolah yang didirikan oleh Belanda. Pada awal mulanya Belanda mendirikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan akhirnya Sekolah Tinggi serta Taman Kanak-kanak pada waktu itu disebut Bewaarschool (bewaar berasal dari kata bewaren artinya menitipkan).

Usaha pendidikan anak prasekolah di Indonesia telah berlangsung sejak tahun l9l4 pada saat Pemerintah Hindia Belanda membuka kelas persiapan (voorklas) yang fungsinya menyiapkan anak- anak memasuki HIS (bentuk Sekolah Dasar di Indonesia pada zaman penjajahan Belanda). Sebelum Belanda meninggalkan Indonesia sudah ada aliran untuk menghilangkan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan budaya kita sebagai bangsa Indonesia. Aliran ini datang dari bapak pendidikan bangsa Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara. 

Pada tahun 1922 Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh gerakan di lingkungan Perguruan Taman Siswa mendirikan Taman Indria, yaitu suatu sarana pendidikan untuk anak prasekolah. Bersamaan dengan berdirinya Taman Indria, berdiri pula Taman Kanak-Kanak dengan nama Bustanul Atfal yang disponsori oleh organisasi-organisasi Islam. Pada tahun 1941, sekolah-sekolah Froebel dilanjutkan dengan nama Taman Kanak-Kanak. Hari lahirnya Taman Siswa yaitu tanggal 3 Juli 1922 merupakan hari penting untuk anak lndonesia, karena mulai hari itu anak Indonesia diakui haknya untuk tumbuh dan berkembang menurut bakat dan pembawaanya.

Bentuk pendidikan prasekolah atau Taman Kanak-kanak di Indonesia sudah berdiri sebelum kemerdekaan, ini terbukti dengan berdirinya lembaga-lembaga pendidikan yang mengkhususkan perhatian terhadap usia Taman Kanak-kanak yang berdasarkan pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 1989. Kemudian dijabaran dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1990 tentang Prasekolah menyatakan bahwa bentuk satuan pendidikan dini meliputi Taman Kanak-kanak di jalur pendidikan Sekolah , Kelompok Bermain dan Penitipan Anak serta bentuk sejenis di jalur pendidikan luar sekolah. 

(Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta, 2010).