Urgensi Pembelajaran Menulis di Masa Taman Kanak-Kanak
Pendidikan Taman Kanak-kanak merupakan satu bentuk pendidikan formal pada pendidikan anak usia dini. Taman Kanak-kanak yang disingkat TK adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun. Di usia ini anak berada dalam proses perkembangan unik karena proses perkembangannya terjadi bersamaan dengan masa peka.
Masa peka merupakan masa yang paling tepat untuk menggali segala potensi kecerdasan anak sebanyak-banyaknya. Di masa peka ini, kecepatan pertumbuhan otak anak sangat tinggi hingga mencapai 50 persen dari keseluruhan perkembangan otak anak selama hidupnya dan akan terjadi sekali dalam hidup mereka. Oleh karena itu pendidikan di Taman Kanak-kanak harus dapat merangsang seluruh aspek perkembangan anak. Aspek perkembangan anak yaitu perkembangan pembiasaan dan kemampuan dasar.
Dalam aspek perkembangan pembiasaan meliputi perkembangan sosial, emosi, moral, agama, dan kemandirian. Aspek perkembangan kemampuan dasar meliputi perkembangan bahasa, kognitif, seni, dan fisik motorik.
Salah satu perkembangan anak usia dini adalah perkembangan bahasa. Menulis merupakan salah satu ketrampilan berbahasa dan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berfikir serta ketrampilan ekspresi dalam bentuk tulisan. Menulis merupakan salah satu dari empat ketrampilan bahasa, sehingga dalam proses pembelajaran tidak mungkin dipisahkan dengan ketrampilan bahasa lain seperti mendengarkan, berbicara dan membaca.
Baca tulis merupakan perkembangan dari ketrampilan membaca dan menulis maupun tindakan-tindakan kreatif dan analitis dalam memproduksi dan memahami bacaan. Anak-anak belajar membaca dengan menulis dan belajar menulis lewat membaca. Kedua perkembangan baca tulis telah dimulai sejak lama sebelum anak-anak memulai masuk TK.
Taman Kanak-kanak (TK) memberikan pengajaran menulis permulaan secara sederhana. Pengajaran dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan cara menulis permulaan pada anak. Kemampuan menulis tidak dapat diperoleh secara alamiah tetapi harus melalui proses yang tidak mudah untuk dilakukan dan harus rajin, rutin serta berlatih sesering mungkin. Dalam pembelajaran menulis permulaan menunjukkan adanya kesulitan yang dihadapi oleh anak.
Terdapat beberapa anak yang lambat dalam menulis permulaan disebabkan karena lemahnya motorik halus dan cara mengontrol gerakan tangan saat menulis. Anak belum hafal dalam penulisan huruf sehingga dalam menyelesaikan tugas menulis permulaan tidak dapat selesai tepat pada waktunya dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Hal tersebut dikarenakan tulisan sulit dibaca dan anak sering melakukan kesalahan, sehingga sangat mengganggu terhadap hasil belajarnya.
Kemampuan menulis permulaan anak TK disebabkan oleh dua faktor yaitu dari dalam dan dari luar. Faktor dari dalam diri anak yaitu minat sedangkan dari luar dipengaruhi oleh lingkungan yang ada disekitar yaitu guru. Bukanlah hal yang mudah untuk selalu mempertahankan minat anak dalam pembelajaran menulis permulaan, karena anak memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Selain itu pembelajaran menulis permulaan bagi anak dianggap pembelajaran yang membosankan, hal ini sering mendominasi pemikiran anak sehingga mereka kurang berminat dalam pembelajaran menulis permulaan.
Kondisi umum yang terjadi dalam dunia pendidikan anak usia dini tersebut juga terjadi di TK ABA Karangmalang Masaran Sragen. Faktor dari luar dipengaruhi oleh lingkungan yang ada disekitar yaitu guru. Guru membiasakan menulis permulaan pada anak. Selain itu guru kelas tidak menggunakan metode pembelajaran yang tepat dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan. Pembelajaran menulis permulaan tidak hanya dilakukan di sekolah tetapi perhatian orang tua di rumah juga sangat dibutuhkan dalam pembelajaran menulis permulaan. Sebelum anak belajar menulis kata, terlebih dahulu diperkenalkan tentang huruf. Setelah anak menguasai huruf-huruf, kemudian anak dapat merangkai huruf-huruf tersebut menjadi sebuah kata.
Seorang guru TK harus mengerti dan memahami setiap perkembangan serta kemampuan yang dialami oleh anak didiknya, sehingga dapat memilih bahan, sumber belajar, metode maupun teknik yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran menulis permulaan. Peran guru sangat berpengaruh terhadap pembelajaran menulis permulaan pada anak didiknya.
Keberhasilan yang dicapai oleh anak sangat diinginkan oleh setiap orang tua dan guru. Orangtua memiliki berbagai harapan terhadap masa depan yang baik bagi anak�anaknya. Sehingga stimulus untuk anak sangat diperlukan guna persiapan pembelajaran menulis permulaan. Anak akan tertinggal pelajaran jika tidak dapat menulis permulaan.
Anak mulai bisa menulis ketika masuk di TK sehingga peran guru dan orangtua sangat penting. Oleh karena itu seorang guru perlu untuk memahami dan mampu menerapkan berbagai strategi, metode dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan. Salah satu metode yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan menulis permulaan yaitu dengan menggunakan metode demonstrasi. Diharapkan dengan menggunakan metode demonstrasi dapat memudahkan anak dalam pembelajaran menulis permulaan. Walaupun dalam proses demonstrasi peran anak hanya sekedar memperhatikan, akan tetapi metode demonstrasi dapat menyajikan pelajaran secara konkret.
Pembelajaran menulis permulaan mulai diajarkan di TK agar anak lebih siap menghadapi kegiatan pembelajaran disekolah dasar. Pada umumnya anak yang lulus dari TK kemampuan menulisnya lebih baik dibandingkan tidak lulus TK. Hal ini disebabkan karena kesiapan belajar menulis permulaan mereka lebih baik dari pada yang tidak masuk TK. (Dikutip dari http://eprints.ums.ac.id)


